Mendesain ikut aturan atau tidak?

Rajakapling.com – siapa saja ingin mendesain rumah dengan sesuka hati namun ada saja aturan bgaimana baiknya? Desain interior sebenarnya merupakan perpaduan apik antara ilmu pengetahuan dan seni. Ia memadukan seni yang begitu ekspresif dengan aturan-aturan kaku demi fungsi, kepraktisan, dan penampilan ruangan yang menyenangkan.

jual tanah kavling

Aturan tersebut baik untuk diikuti, mengingat ada “tujuan mulia” yang biasanya memudahkan Anda sendiri di rumah. Namun, tidak semua aturan desain harus dilakoni. Karena sebetulnya, ada “pakem-pakem” yang dapat Anda langgar.

Toh, pada akhirnya, Andalah yang mendekor rumah Anda sendiri. Maka, apapun ingin dilakukan, semua berpulang pada putusan Anda. Singkatnya, terserah Anda!

Pilihan warna

Biasanya, Anda dituntut untuk “memajang” sebuah atau beberapa warna menonjol di dalam ruangan. Sekarang, cobalah menggunakan warna apapun yang Anda suka tanpa terpaksa menonjolkan sebuah warna mencolok.

Misalnya, apakah Anda penggemar warna hitam? Nicky Hilton sudah mencoba di rumahnya di West Hollywood, AS. Untuk mengakali warna yang terkesan flat ini, Hilton mengkombinasikan corak dan tekstur tertentu. Ia menggunakan kulit, bulu sintetis, Lucite, dan kayu.

Selain itu, biasanya langit-langit dan lantai berwarna gelap “wajib” dikontraskan dengan perabotan berwarna terang. Padahal, Anda dapat mencoba menggunakan perabotan yang juga berwarna gelap.

Jika segan melakukan hal ini, pastikan Anda melakukannya hanya untuk ruangan yang mendapat banyak cahaya matahari. Namun, tidak ada salahnya juga mencoba menggunakan warna gelap untuk ruangan gelap. Walaupun riskan menjadi sarang nyamuk, perabotan berwarna gelap di ruang gelap dapat membuat ruangan tersebut nyaman sebagai tempat istirahat.

Tema yang “kaku”

Jika Anda “dipaksa” untuk hanya menggunakan satu tema yang sama dalam rumah Anda, coba pikirkanlah kembali. Penyanyi rapper Drake mengkombinasikan dekorasi goa di kolam renangnya dengan suasana diskotik. Apakah ini aneh? Unik?

Selama sang pemilik menyukainya, mengapa tidak? Karena sebenarnya, Anda dapat mencampuradukkan tema apapun. Anda hanya perlu memastikan, ada “benang merah” di antara semua perabotan tersebut. Tujuannya, agar ruangan Anda tidak terkesan terpisah-pisah.

Pilihan perabotan

Setiap ruangan umumnya sudah memiliki perabotan “wajib”. Misalnya, ruang tamu yang identik dengan sofa. Jika Anda memiliki ruang tamu berukuran kecil, mengapa harus memaksakan diri? Anda dapat menggunakan beberapa kursi-kursi unik dan cantik di ruang tamu.

Kebiasaan

Terakhir, Anda harus berani “melanggar aturan” yang ada hanya karena aturan itu disebut kebiasaan. Misalnya, Anda merasa tidak menyukai vitrase. Tentu saja, Anda tak perlu menggunakannya di balik gorden rumah Anda.

Jadi, jika merasa rumah Anda lebih cocok memiliki jendela tanpa gorden sama sekali, ya lepaskan saja! Entah, mungkin karena jendela Anda sekaligus berfungsi sebagai pintu atau struktur rumah tampak cantik dan Anda ingin memamerkannya, Anda tak perlu memaksa memajang sesuatu hanya karena terbiasa menggunakannya.

Post by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *