selain Macet Parah, Brebes Juga Kehabisan Stok BBM

Rajakapling.com – suasana mudik kali ini sungguh sangat memprihatinkan bukan hanya kemacetan tapi juga langkanya bbm. Selama 14 hari, terhitung sejak tujuh hari sebelum dan setelah Lebaran 2016, semua mata telah dan akan tertuju pada kota yang berjuluk sentra bawang dan telur asin ini.

jual tanah kavling

Bukan hanya kemacetan parah yang terjadi akibat tumpah ruahnya para pemudik dari arah barat atau Jakarta di kota ini, melainkan susahnya mendapatkan bensin.

Di sejumlah SPBU, stok premium dan pertamax tak tersedia. Seperti di SPBU Bangsri, stok baru tersedia pada Senin (4/7/2016) siang ini setelah habis diserbu pemudik pada Jumat (1/7/2016), Sabtu (2/7/2016), dan Minggu (3/7/2016).

Hingga Sabtu (3/7/2016) pukul 12.00 WIB, stok premium dan pertamax tak kunjung tersedia. Hal ini sempat membuat antrean mencair.

Pemudik dengan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang awalnya ikut mengantre tertahan hingga truk pengisi bahan bakar Pertamina membawa stok pukul 19.40 WIB.

Mereka lebih memilih bersabar menunggu kedatangan pasokan bensin daripada kerepotan di perjalanan mudik ke tempat tujuan.

Menurut pengelola SPBU, Narto (46), pasokan dari Depo Pertamina Tegal tersendat karena kemacetan parah di jalur lintas utara Tegal-Brebes sepanjang beberapa hari terakhir sehingga mengganggu distribusi BBM ke beberapa SPBU.

“Armada tangki secara berkala diberangkatkan dari Depo Tegal pukul 17.00 WIB dan diperkirakan tiba di SPBU Bangsri sekitar pukul 20.00-21.00 WIB atau tergantung kepadatan arus di jalan tersebut,” papar Narto.

Muhammad Nashir, warga Solo yang ikut mengantre di SPBU Bangsri, mengatakan butuh kesabaran ekstratinggi menempuh perjalanan mudik tahun ini.

“Kami sudah mengantre sejak pukul 09.00 WIB, dan tangki baru datang tadi,” kata Nashir.

Narto menambahkan, antrean BBM tahun ini adalah yang terpadat sejak beberapa tahun sebelumnya. Menurut dia, volume kendaraan baik R2 maupun R4 meningkat luar biasa signifikan.

Mereka yang mengantre di SPBU ini tak cuma para pemudik, tetapi juga warga sekitar. Dengan membawa botol air kemasan ukuran 2 liter dan jeriken 15 liter, mereka menjualnya kembali ke para pemudik seharga Rp 50.000 per liter.

Post by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *