yang muda yang berinvestasi properti

Rajakapling.com – investasi bisa berbagai macam cara salah satunya adalah di tanah karena banyak orang menjadi jual tanah kapling maupun jual tanah kavling. sehingga ini menjadi sebuah peluang investasi di tambah Potensi pertumbuhan harga properti di Jakarta cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia, terkait rencana pemerintah mempercepat akses infrastruktur, dan sampai saat ini, Jakarta masih menjadi tujuan investasi utama untuk proyek hunian.

Tommy H Bastamy, Director Coldwell Banker Commercial, dalam risetnya menemukan, bahwa Jakarta Timur adalah salah satu wilayah di Jakarta yang saat ini berkembang pesat. Pertumbuhan properti di Jakarta Timur pertahun, dalam 5 tahun (2010 – 2015) terakhir 3,6% untuk pusat belanja komersil dan 15,6% untuk apartemen setiap tahunnya. Kebijakan pembangunan di area Jakarta Timur, tingginya pertumbuhan penduduk dan peningkatan infrastruktur menjadi lebih baik dan mudah, menjadi faktor pendukung bertumbuhnya hunian vertikal lebih cepat dibanding sektor komersil.

Investasi properti memang menjanjikan keuntungan. Banyak pakar mengungkapkan, bahwa ekonomi 2016 akan mengalami kebangkitan dan tumbuh di atas 5% dan untuk pasar properti bisa naik sekitar 8% – 9%. Saat ini pun mulai lahir para kalangan muda yang mulai menjatuhkan pilihan ke sektor properti, dibandingkan saham, emas, bisnis dan lainnya.

Asnedi, Sales and Marketing Manager Synthesis Development menyampaikan pandangannya kepada Liputan 6 “Di dunia investasi, mulai eksis para kalangan muda di kelas menengah yang mulai menjatuhkan pilihan ke sektor properti, dibandingkan saham, emas, bisnis dan lainnya. Saat ini segmen kalangan muda menengah di Indonesia dengan kemampuan daya beli hunian seharga 300 juta hingga 1 milyar rupiah mengalami peningkatan dua kali lipat sejak 2010, namun karena masih kurangnya kesadaran dan informasi, dimana baru 53,2% yang memiliki investasi, dengan instrumen yang dipilih adalah emas (52,3%) dan deposito (37,4%), sedangkan yang berinvestasi di properti baru 26,5%.”

“Kalangan muda menengah di ibukota dengan gaya hidup urban dan penghasilan mempesona sebaiknya juga menjadi pribadi yang mampu berpikir dan memiliki kesadaran untuk investasi, daripada menjadi pribadi yang terjebak gaya hidup konsumtif, seperti travelling dengan biaya tinggi dan membeli mobil atau gadget paling canggih yang harganya dipastikan turun setiap tahunnya, sehingga harus siap rugi karena depresiasi, alangkah bisa lebih bijak jika kalangan muda mulai menentukan pilihan untuk membeli hunian misalnya apartemen sebagai produk investasi.” jelas Asnedi.

Data hasil riset JAKPAT! sebuah open survey platform yang dirilis pada 21 September 2015 dan diolah oleh tim Market Research Synthesis Development, 94,9% pekerja muda kelas menengah – atas sudah menganggap memiliki hunian lebih penting dibandingkan memiliki kendaraan bagus. Namun kondisinya 47,8% responden masih tinggal dengan orangtua, 26,8% masih sewa atau kontrak dan hanya 25,3% yang memiliki hunian sendiri.

Lalu, dari segi pengeluaran lebih banyak yang memiliki cicilan pinjaman bersifat konsumsi pembelian barang (54,1%) dan kredit kendaraan bermotor (38,2%) dengan dana dari bank, orangtua, kerabat, ataupun kartu kredit diluar pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan yang memiliki cicilan kredit KPR/ KPA / cicilan rumah sebesar 24,8%.

“Untuk mampu berinvestasi, anak muda harus komit menyisihkan sebagian penghasilan ke dalam buku tabungan, bisa juga mempertimbangkan kerja sambilan untuk tambahan penghasilan, biasakan membayar tagihan tagihan tepat waktu. Dengan beberapa trik tersebut, kita bisa mulai berinvestasi properti dengan harga relatif terjangkau. Karena semakin muda memulai investasi properti, maka akan semakin cepat mendapat return of investment (balik modal).” papar Dewi (28), karyawan swasta yang mulai berinvestasi di properti apartemen.

Post by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *